image image image
Air Terjun Bantimurung Terletak di Kabupaten Maros, sekitar 40 km dari Kota Makassar. Air terjun ini merupakan objek wisata idola masyarakat di Sulawesi Selatan yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia sejak kunjungan Alfred R. Wallace pada tahun 1857, yang kemudian menamakan tempat ini 'The Kingdom of Butterfly'.
Atraksi Satwa Kegiatan wisata lain yang dapat dilakukan pada kawasan TN. Babul adalah wisata atraksi satwa, terutama untuk jenis-jenis Kupu-kupu dan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca maura).
Petualangan Karst Maros-Pangkep yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah surga bagi para petualang.
Berita

Jadi Relawan Pusat Konservasi, Mau?

Para relawan di Pusat Konservasi Primata Jawa, Bandung, Selasa (13/9/2011). Mereka bekerja sukarela tanpa mendapat honor /KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO.

BANDUNG, KOMPAS.com- Pusat Konservasi Primata Jawa yang diresmikan Selasa (13//20119), bakal menjadi salah satu sumber referensi maupun studi mengenai primata endemis pulau Jawa. Namun, kita tidak cuma hanya bisa datang dan belajar melainkan bergabung menjadi relawan.

Kesempatan itu diungkapkan salah satu staf pengelola pusat konservasi, Sigit Ibrahim. Pihaknya membuka kesempatan seluasnya bagi lulusan SMA atau universitas yang ingin mendapat pengalaman dengan bergabung sebagai relawan.

"Jadwalnya bisa diatur secara bergantian. Setiap kelompok terdiri dari empat orang," kata Sigit.

Saat ini terdapat 20 relawan yang bergabung dengan Pusat Konservasi Primata Jawa yang bekerja tanpa imbalan. Tugas mereka mulai dari membantu memberi makan hingga pengamatan harian untuk 10 primata yang ada di sana.

Salah satu relawan bernama Ryan Ibayana mengungkapkan bahwa ia bersama rekan-rekannya merupakan warga sekitar di Kecamatan Rancabali maupun Ciwidey. Ada yang sudah lulus sekolah dan berharap mendapat pengalaman dengan bekerja di sana.

"Ada juga yang masih sekolah dan sengaja meminta izin tidak masuk untuk menjadi panitia dalam acara pembukaan," kata Ryan.

Relawan lain bernama Yadi Supriyadi menjelaskan, bukan uang yang mereka cari dengan bergabung sebagai relawan. Salah satu harapan memang nantinya bisa dilibatkan dalam proyek konservasi tapi yang paling utama adalah menimba ilmu agar nantinya bisa dimanfaatkan di daerah asal. (Sumber: www.kompas.com).