image image image
Air Terjun Bantimurung Terletak di Kabupaten Maros, sekitar 40 km dari Kota Makassar. Air terjun ini merupakan objek wisata idola masyarakat di Sulawesi Selatan yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia sejak kunjungan Alfred R. Wallace pada tahun 1857, yang kemudian menamakan tempat ini 'The Kingdom of Butterfly'.
Atraksi Satwa Kegiatan wisata lain yang dapat dilakukan pada kawasan TN. Babul adalah wisata atraksi satwa, terutama untuk jenis-jenis Kupu-kupu dan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca maura).
Petualangan Karst Maros-Pangkep yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah surga bagi para petualang.
Berita

Tujuh Spesies Pinang Baru Ditemukan

Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Identifikasi tumbuhan palem-paleman atau lebih spesifik dari jenis pinang-pinangan hasil penelitian oleh peneliti asal Universitas Negeri Papua di Manokwari, Papua Barat, Dr Charlie D Heatubun, FLS, membuahkan tujuh spesies pinang jenis baru.

Melalui surat elektronik kepada Kompas, Jumat (16/9/2011), ia menyebutkan lima di antara temuannya itu merupakan endemis Kalimantan, yaitu Areca bakeri, Areca churchii, Areca dransfieldii, Areca gurita, dan Areca mogeana. Adapun dua lainnya, Areca triginticollina dan Areca riparia, hanya diketahui berada di Sumatera dan Kamboja.

Temuan Charlie Heatubun ini juga dimuat dalam Journal Phytotaxa pada 14 September 2011. Penelitiannya dimulai di Sarawak, Malaysia, tahun 2007 serta mengunjungi Herbarium Bogor (Indonesia), di Sarawak (Malaysia), Leiden (Belanda), Florence (Italia), Royal Botanic Gardens Kew dan Edinburgh (Inggris) dari tahun 2007 sampai 2008.

Penelitian itu ditulis saat Charlie studi postdoctoral dan sebagai peneliti tamu di Royal Botanic Gardens Kew Inggris. Ihwal proses penamaannya, ia harus mengecek semua jenis pinang yang telah memiliki nama dan spesimennya serta melakukan analisisis pragmatis pada karakter morfologinya serta membandingkan dengan jenis pinang yang telah ada.

Untuk menamainya, Charlie mengambil dari nama orang yang mengoleksi spesimen herbariumnya sebagai bentuk penghargaan, juga berdasarkan nama tempat asal di mana ditemukan dan berdasarkan ciri-ciri utama pembeda.

Pinang, bagi masyarakat Papua, biasa dikunyah dengan bubuk kapur cangkang kerang yang dibakar dan buah tumbuhan sirih. Konsumennya mulai dari anak-anak hingga tua, baik lelaki maupun wanita. (Sumber: www.kompas.com)