image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu. Alfred Russel Wallace (1857) menjulukinya sebagai “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Ditemukan Spesies Baru Lumba-lumba di Australia

Courtesy Asia News

Peneliti memastikan bahwa lumba-lumba yang ditemukan di kawasan tenggara Australia merupakan spesies belum dikenal sebelumnya. Ada sekitar 150 ekor lumba-lumba yang tinggal di kawasan Melbourne dan selama ini diasumsikan merupakan salah satu spesies lumba-lumba hidung botol Tursiops truncatus.

Namun demikian, dari penelitian DNA dan analisis terhadap tengkorak di museum, diketahui bahwa populasi lumba-lumba tersebut merupakan sebuah spesies yang baru diketahui. Pada laporan yang dipublikasikan di jurnal PloS One, spesies baru tersebut diberi nama Tursiops australis.

Sebelum ini, penelitian memang telah menunjukkan bahwa DNA yang ditemukan pada lumba-lumba tersebut berbeda, baik dengan spesies Tursiops truncatus maupun Tursiops aduncus. Walau untuk memastikan adanya spesies baru diperlukan bukti-bukti lebih banyak.

Untuk itu, Kate Charlton-Robb, peneliti dari Monash University di Melbourne dan rekan-rekannya kemudian mengamati tengkorak lumba-lumba di sejumlah museum, serta melakukan analisis lebih mendetail terhadap DNA hewan tersebut untuk menunjukkan bahwa Tursiops australis memang jelas hewan yang berbeda.

“Ini merupakan temuan yang sangat luar biasa karena hanya ada tiga spesies lumba-lumba yang secara resmi ditemukan sejak akhir tahun 1800-an,” kata Chartlon-Robb. Yang membuat temuan ini lebih menarik, lanjutnya, adalah karena spesies tersebut selama ini tinggal sangat dekat dengan kita, dengan satu populasi tinggal di Port Phillip Bay dan populasi lainnya ada di Gippsland Lakes, Victoria.

Sayangnya, setelah diketahui merupakan spesies yang berbeda, kemungkinan besar lumba-lumba ini langsung termasuk dalam kategori hewan terancam punah.

“Peresmian hewan ini sebagai spesies baru merupakan langkah penting untuk mengelola dan melindungi spesies ini dengan benar dan memegang peranan penting dalam prioritasi upaya konservasi,” ucap Charlton-Robb. “Ini juga sangat penting mengingat mereka hanya tinggal di kawasan kecil di dunia, yakni hanya ditemukan di dua tempat tersebut,” katanya menambahkan. (Sumber: BBC) (Sumber: www.nationalgeographic.com)