image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu. Alfred Russel Wallace (1857) menjulukinya sebagai “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Pesan Pelestarian Bunaken dari Remaja Tongkaina

Ilustrasi.

KOMPAS.com - Acara "Celebrate The Sea" (CTS) yang berlangsung 23-25 September 2011 yang lalu diramaikan oleh sekelompok remaja asal SMK Kristen Solagratia Tongkaina, Manado, Sulawesi Utara. Pada Sabtu (24/9/2011), mereka membawakan tarian diiringi oleh lagu hits milik Michael Jackson yang populer tahun 80an, "Thriller".

Tak ada yang istimewa dari tarian yang dipertunjukkan oleh para remaja itu. Yang istimewa adalah kostumnya yang terbuat dari bahan plastik warna-warni. Meski warna-warni, kostum itu bukan hanya memiliki tujuan estetik namun juga digunakan untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat tarian.

Hendri Bawole, salah satu remaja mengatakan, Bunaken sebagai tujuan wisata bahari andalan Manado punya masalah sampah. "Pantainya itu sudah banyak sampah. Kalau kita menyelam, di karang-karang itu sekarang juga sudah banyak sampah plastik," kata Hendri yang ditemui Kompas.com usai pertunjukan.

Hendri mengatakan, banyak orang berpendapat Bunaken sudah tidak menarik lagi dibandingkan dengan Wakatobi, Raja Ampat, Alor dan bahkan Lembeh yang berada di dekat Bitung. Selain karena sampah, banyak terumbu karang yang sudah mulai rusak dan semakin banyak jenis hewan yang sulit dijumpai ketika menyelam di Bunaken.

Lewat tarian, Hendri dan rekannya ingin mengumandangkan perlunya pelestarian Bunaken. Pelestarian Bunaken bukan hanya akan berdampak pada ekosistem laut itu sendiri, tetapi juga masyarakat sekitar. Selama ini, ada anggota masyarakat yang mengais rezeki lewat penyewaan alat, menjual souvenir, dan menjadi pemandu.

Fadli Masambe, rekan Hendri yang juga belajar di sekolah yang sama mengatakan, "Bunaken ini penting bagi kita. Sekarang kita belajar pariwisata diving, nanti kita pasti akan ke Bunaken." Ia berpesan, "Kalau laut hilang, masa depan kita juga hilang. Ndak kaji to kita dorang, tidak berharga kita."

Dalam upaya melestarikan Bunaken, Hendri, Fadli dan rekan-rekannya telah memulai dengan rutin membersihkan sampah. "Sebulan sekali kita melakukan sapu laut dan beach clean up. Kita juga lakukan sosialisasi pada sekolah sekolah dan instansi pemerintah tentang pentingnya mencegah banyaknya sampah di Bunaken," kelas Fadli.

Kelangsungan Bunaken sebagai ekosistem dan destinasi wisata kini menunggu peran anggota masyarakat yang lain. Termasuk di antaranya Anda sendiri, dengan cara meminimalkan jumlah sampah dan membuangnya dengan benar, bersikap arif dengan tidak merusak koral ketika menyelam dan langkah lain. (Sumber: www.kompas.com)