image image image
The Kingdom of Butterfly Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kaya akan jenis kupu-kupu. Alfred Russel Wallace (1857) menjulukinya sebagai “The Kingdom of Butterfly”.
The Spectacular Tower Karst Kawasan karst Maros-Pangkep terkenal dengan "tower karst"-nya, berupa bukit-bukit karst sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng yang terjal tegak atau menggantung.
The Adventurer Paradise Kawasan Karst Maros-Pangkep seluas ± 40.000 Ha merupakan kawasan karst terluas dan terindah kedua di dunia setelah Cina, dan seluas ± 20.000 ha menjadi bagian dari ± 43.750 ha kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini merupakan surga bagi para petualang.
Berita

Gua Prasejarah Ditemukan di Bone

Lukisan telapak tangan yang terdapat didinding goa prasejarah yang ditemukan warga yang tengah berburu babi hutan di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan /KOMPAS.com/ABDUL HAQ.

BONE, KOMPAS.com — Sebuah gua yang diduga peninggalan prasejarah ditemukan di belantaran hutan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, oleh sekelompok warga yang tengah berburu babi hutan, Minggu (11/3/2012). Dalam dinding gua ini terdapat ratusan gambar telapak tangan serta hewan buruan..

Selain laba-laba beracun, dalam dinding gua ini juga banyak ditemukan sarang burung walet yang belum terjamah. Sepintas gua ini mirip dengan gua leang-leang yang terdapat di Kabupaten Maros serta sejumlah gua peninggalan suku Aborigin di Australia.

Gua yang diduga peninggalan prasejarah ini terdapat di lereng pegunungan Taulekke Dusun Langi, Desa Langi, Kecamatan Bontacani, Kabupaten Bone. Untuk mencapai gua ini bukanlah hal yang mudah, yakni harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5 km menyeberangi sungai dan menyusuri hutan belantara serta menapaki tebing berbatu.

Dalam gua ini terdapat ratusan lukisan telapak tangan manusia serta lukisan hewan buruan, seperti babi rusa serta anoa, yang merupakan hewan khas Sulawesi. Selain itu, terdapat satu lukisan berupa unggas raksasa. Lukisan berwarna coklat dan kemungkinan memakai bahan pewarna alami.

Gua yang memiliki dua ruangan yang masing-masing berukuran 15 x 10 meter ini juga terdapat spesies tarantula serta sejumlah sarang burung walet. Lukisan alam gua ini menandakan bahwa gua ini pernah dihuni oleh manusia purba pada zaman megalitikum.

Warga setempat tidak mengira bahwa ada gua seperti ini yang ada di tengah hutan belantara. "Iya, kami kan berburu babi, tapi hujan. Jadi kami berteduh di gua ini dan ada lukisan seperti ini disini," ujar Awal, salah seorang warga yang pertama kali menemukan gua ini. (Sumber: www.kompas.com)

Baca juga: Gua pra-sejarah di Bontopadang, Bone